Minggu, 27 Mei 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 77 Bahasa Indonesia

Arc 10 : Kehidupan Sehari-hari #2

Chapter 77 : Keadaan Ordo Ksatria dan Penyerangan Malam Hari

Setelah aku meminta maaf kepada Wakil Komandan Neil, Lyon-san menjelaskan kondisi saat ini dari Ordo Ksatria. Tugas utama dari Ksatria adalah untuk melindungi ibukota kerajaan, melindungi keluarga kerajaan, dan tugas-tugas lain seperti mengawal VIP. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak bangsawan, bukan anak tertua yang harus menjadi penerus kepala keluarga, sebagian besar adalah anak-anak kedua dan ketiga. Tidak ada rasa tanggung jawab dari posisi mereka, hanya menyombongkan status sosial keluarga mereka, sepertinya ada banyak orang-orang yang memanjakan diri mereka sendiri.

“Demikian pula, aku juga adalah anak kedua. Yah, kami ini berbeda dengan keluarga yang lainnya, hanya tinju besi yang menanti kami jika kami menyebabkan masalah kepada orang lain...”

Lyon-san memberikan senyuman pahit sambil berkata begitu. Ah~ itu semua karena ayahnya.... Aku bisa sedikit memahaminya. Sepertinya dia tidak dimanjakan.

“Itu adalah minoritas, tapi seperti yang diharapkan darimu dapat menemukan orang-
orang di sini yang berpegang pada keturunan mereka, merekrut anggota baru dari keluarga
Baron tidak akan mematuhi komandan dari keluarga Earl, dan sebaliknya, komandan akan
mencari muka pada rekrutan baru. Itu adalah argumen yang bodoh”

Neil-san berbicara dengan muak. Ada orang yang akan menyebabkan masalah ke manapun mereka pergi.

“Yah, untuk saat ini, itu hanya sebuah kapal yang lewat. Orang-orang itu dapat menjadi parasit yang berbahaya bagi Ordo Ksatria. Mereka berhasil menghindarinya dengan pengaturan dari keluarga mereka sejauh ini, tapi itu tidak akan lolos sekarang. Mereka telah menyerang tunangan tuan putri. Mereka harus bersyukur kepala mereka masih menempel”

Orang ini, dia sedang melihatku bertarung dengan orang-orang itu dari awal. Mungkin itu
disengaja.

“Yang lebih penting lagi, aku melihat itu sebelumnya, tapi senjata itu.... apa itu?”

Neil-san menatap dengan rasa penuh ingin tahu pada senjata Brunhild yang tergantung di
pinggangku.

“Maksudmu ini. Ini adalah senjata pribadiku. Hanya aku yang bisa menggunakannya, dan aku satu-satunya yang bisa membuatnya. Bisa digunakan untuk jarak pendek dan jarak jauh. Ini juga dapat berubah ke bentuk short-sword atau longsword, dan bisa melumpuhkan lawan”

“Hmm~ Itu adalah senjata yang sangat bagus sekali. Tidak bisakah kau membuatkannya satu untukku juga?”

“Aku minta maaf, tapi itu....”

Aku harus berhati-hati mengenai senjata ini. Ini adalah sesuatu yang dapat dengan mudah
membunuh orang. Aku hanya bisa berbagi dengan orang-orang yang benar-benar aku
percayai.

“Begitukah... sangat disayangkan”

“Ah, tapi aku bisa membuatkanmu senjata transformasi, atau senjata yang dapat membuat lumpuh? Tapi aku tidak tahu apakah kau bisa mengendalikannya atau tidak”

“Benarkah!? Kalau begitu aku ingin satu!”

Mematuhi jawaban Neil-san, aku mengambil sebuah batang logam baja dari [Storage]. Mithril itu kokoh, tapi mithril tidak cocok untuk dibuat menjadi senjata. Itu terlalu ringan. Untuk memanfaatkan keringanan dan kekokohan mungkin senjata yang mengkhususkan diri
dalam tusukan seperti Estoc, atau senjata “Penyayat” seperti katana.

“Jenis senjata seperti apa yang kau kuasai Neil-san?”

“Hmmm.... mungkin sepertinya tombak. Tentu saja aku juga bisa menggunakan pedang”

Kalau begitu dengan kedua itu... tidak, mungkin aku juga harus menambahkan dagger untuk
tranformasi ketiga.

Menggunakan [Modeling], pertama-tama aku membuat tombak sekitar 2 meter. Desainnya
seperti tombak bergaya barat yang sering aku lihat dalam game, tapi mengubah bentuk
ujungnya untuk menjadi dagger. Sederhananya, itu seperti dagger dengan sebuah tongkat
yang panjang.

Bagian pegangannya terdapat lekukan, bagian tubuhnya akan bergerak selama transformasi
dan memperpendek bagian pegangannya. Dan kemudian akan berubah menjadi dagger.

Selain itu, seperti Brunhild, ketebelan dagger nya tipis, dengan lekukan pada pegangannya lagi, itu bisa berubah menjadi long sword dengan panjang sekitar 1 meter... Um, aku ingin tahu apakah ini baik-baik saja. Aku menerapkan [Enchant] dan [Modeling]. Dan itu selesai.

[Program dimulai/

/Kondisi : Pemilik mengatakan [Spear Mode] [Sword Mode] [Dagger Mode]/

/Aktivasi : [Modeling] akan dengan cepat mengubah bagian pegangan mata pisau pada
pedang menjadi Spear, Long Sword, Dagger/

/Program berakhir]

Oh, aku juga harus menambahkan efek untuk melumpuhkan. Sekali lagi dengan menggunakan [Enchant] aku menambahkan [Paralyze].

[Program dimulai/

/Kondisi : Pemilik mengatakan [Blade Mode] [Stun Mode]/

/Aktivasi : Transformasi mata pisau pada pedang dalam [Stun mode], dan memberikan
kelumpuhan berdasarkan efek [Paralyze]/

/Program berakhir]

“Um~ Aku rasa ini seharusnya sudah selesai”

Aku mencoba untuk mengayunkan tombaknya. Yah, seperti yang aku buat di Ishen, keseimbangannya buruk seperti biasa. Mungkin sulit untuk dilakukan ketika aku tidak terlalu
menggunakan itu.

[Dagger Mode]

Seketika, pegangannya jadi memendek, tombak berubah menjadi dagger sekitar 40 cm. Aku
mengujinya dengan mengayunkannya dan sepertinya tidak ada masalah. Menjaganya dalam
bentuk ini nyaman untuk dibawa, aku rasa.

[Sword Mode]

Kali ini mata pisau pada pedang memanjang, dan menjadi long sword sekitar 1 meter. Bagian
pegangannya memanjang cukup untuk dapat digunakan dengan kedua tangan.

mengayunkannya ke bawah. Yup, tidak buruk.

[Spear Mode]

Itu akan kembali ke bentuk aslinya yaitu tombak. Oke, tidak ada masalah dengan fungsi transformasi. Semua yang tersisa adalah...

[Stun Mode]

“Eh?”

Dengan menyeringai, aku memukul bahu Lyon-san secara pelan dengan tombak. Pada saat
berikutnya, Lyon-san langsung terjatuh di tempat.

“H~a~!?” (Seperti saat kehilangan tenaga)

“Tidak ada masalah dengan efek [Paralyze]”

“Oi, Oi..........”

Neil-san terkejut. Yah, aku harus mengujinya, ‘kan?

Mata pisau pada pedang menghilang bila dalam [Stun Mode], sehingga tidak tajam. Yah, itu
masih mungkin untuk menggunakannya sebagai tombak sekalipun. Aku mengatur efek kelumpuhannya lemah, tapi masih akan memakan waktu 1 jam untuk kembali pulih, jadi aku menyembuhkan Lyon-san dengan [Recovery].

“Hei, tolong beri aku istirihat!”

“Maaf, tapi aku harus mengujinya”

Sambil meminta maaf kepada Lyon-san yang mengeluh, aku menyerahkan tombak setelah
aku mengembalikannya lagi dari [Stun Mode] ke [Blade Mode] tombak pada keadaan awal untuk Neil-san.

“Karena itu adalah buatan tangan, keseimbangannya cukup buruk, aku pikir perlu
untuk membiasakan diri”

Neil-san yang mengambil tombak mengambil sikap, melakukan tusukan, memutarnya, dan
mengayunkannya, membuat gerakan yang indah. Seperti yang diharapkan dari wakil komandan. Bentuk dagger, bentuk long sword, ia memastikannya dengan gerakan yang sama
pada setiap masing-masingnya. Akhirnya ia merubahkanya lagi ke bentuk tombak, dan
berbalik mengarahkannya kepada Lyon-san.

[Stun Mode]

“Hei, tunggu sebentar!?”

“Aku hanya bercanda”

Melihat Lyon-san yang bingung, Neil-san mengembalikan tombak menjadi dagger sambil
tertawa. Sepertinya dia tidak memiliki masalah dalam mengendalikannya.

“Ketika melumpuhkan lawanmu dengan [Stun Mode], itu tidak akan mempengaruhi mereka jika mereka memiliki sesuatu seperti talisman terhadap [Paralyze], jadi hati-hati. Juga, karena efeknya tidak akan berakhir sebelum 1 jam, berhati-hatilah untuk tidak melumpuhkan
sekutumu.

“Aku mengerti”

Neil-san mengatakan itu selama terlihat senang dengan senjata itu.

“Beruntung sekali~ hanya untuk wakil komandan”

“Yah, haruskah aku juga membuatkan satu untuk Lyon-san?”

“Seperti yang diharapkan dari Touya-dono~!”

Aku membuat satu lagi dengan cara yang sama, dan memberikannya kepada Lyon-san. Dia
juga mengayunkan tombak dengan senang dan mengubahnya, menikmati sensasinya.

“Um, aku merasa tidak enak karena hanya mendapatkannya secara percuma. Itu akan
menjadi bagus jika ada sesuatu yang bisa aku lakukan sebagai rasa terima kasih...”

“Tidak usah dipikirkan. Yah, datang dan bantulah jika aku memiliki masalah dengan orang-orang seperti itu lagi”

“Baiklah. Aku janji”

Neil-san berjanji sambil tertawa. Yah, aku tidak terlalu memikirkan tentang orang-orang bodoh itu.


---------Scene Change---------


“.... Meskipun ia sudah berbicara dengan mereka kemarin”

Rupanya mereka bodoh.

Di bawah sinar bulan di kebun rumahku, muncul sekitar 50 penyerang. Di antaranya adalah orang yang berambut pirang dan cokelat yang waktu itu, juga si bodoh berambut merah ada di sini juga. Sisanya adalah pria berotot. Mungkin para prajurit pribadi, atau prajurit bayaran.

Ketika segerombolan orang yang mencurigakan menuju ke sini, menurut informasi yang aku
dapatkan dari Lapis-san, aku menyuruh Tom-san sebagai penjaga gerbang untuk berpura-pura tidur.

Kemudian, persis seperti informasi yang aku terima dari Lapis-san yang merupakan anggota
dari [Espion] unit intelijen di bawah kendali Raja, kelompok yang mencurigakan menyerbu kebun di bawah langit malam.

Semua orang terkejut melihat aku menunggu mereka di kebun, tetapi ketika mereka menemukan aku sendirian, semua dari mereka melompat padaku secara bersamaan.

Dari tempat aku berdiri, aku menembakan 50 tembakan secara beruntun. Jujur, aku kecewa.
Satu serigala bertanduk saja memiliki gerakan yang lebih baik.

“Lalu, apakah ada di antara kalian yang mengerti apa yang dikatakan Neil-san?”

Aku mendekati pria berambut pirang yang terjatuh, aku berjongkok sambil menepukan
Brunhild pada bahuku.

Karena mereka masih sadar bahkan jika dilumpuhkan dengan [Paralyze], mereka masih bisamendengar suaraku. Terbukti dengan mata mereka yang ketakutan.

“Apakah kalian mengerti apa yang baru saja kalian lakukan? Membawa pedang dan kapak. Melakukan sebuah serangan mendadak. Percobaan perampokan, upaya penyerangan,
atau bahkan pembunuhan.”

“Apakah semuanya telah dibereskan, Touya-san”

Melihat Yumina yang datang keluar dari teras, mata pria berambut pirang ini terbuka lebar.
Hm. Bahkan jika mereka bodoh, seharusnya mereka bisa mengenali Yumina. Maka pembicaraan ini akan cepat.

“Ya. Apa yang kalian lakukan adalah sebuah pengkhianatan terhadap keluarga kerajaan. Pemberontakan, pengkhianatan. Sayangnya, keluarga kalian akan hancur karena kalian, kalian dengan senang hati bisa dipenggal. Terima kasih untuk usaha kalian!”

Mendengar kata-kataku, pria berambut pirang membuka matanya lebar-lebar dan pingsan.
Kesedihan yang bagus, meskipun aku hanya sedikit mengancamnya, aku terkejut bahwa dia
akan melakukan sebuah penyerangan ini.

Aku menyuruh Tom-san untuk lari ke Ordo Ksatria dengan sepeda, dan memintanya untuk
menyampaikan apa yang telah terjadi.

“Orang itu, apa yang harus kita lakukan pada mereka?”

“Yah, tidak ada salahnya jika aku akan meminta mereka untuk tidak menerima hukuman mati. Kejahatan mereka juga mungkin akan meluas ke keluarga-keularga mereka.

Mereka bahkan mungkin akan dilepaskan gelar kebangsawanannya. Bagusnya, mereka tidak
akan pernah menjadi besar lagi”

Mereka menuai apa yang mereka tabur. Meskipun orang tua mereka tahu tentang perlakuanburuk orang-orang ini, mereka malah melindunginya.

Bahkan mengabaikan peringatan Neil-san, jika mereka memikirkan apa yang akan terjadi...
mereka seharusnya tidak datang ke sini. Betapa bodohnya orang-orang ini!

Bertaruh pada penyerangan malam, dan entah bagaimana mengelola penyerangan ini dengan
jumlah yang besar. Mungkin berpura-pura itu adalah perampokan ..... entah bagaimana ini
terasa... seperti skenario yang jelek.

Mereka seperti anak-anak yang tidak berpikir tentang konsekuensi dari tindakan mereka.
Apakah pendidikan dari orang tua mereka tidak memadai? Itu mungkin. Kalau tidak, mereka
tidak akan begitu bodoh.

Semua orang itu dibawa oleh ksatria yang telah dipanggil oleh Tom-san. Aku mungkin tidak akan pernah bertemu mereka lagi.

Beberapa hari kemudian, beberapa keluarga telah dilepas gelar kebangsawanannya, sesuai
keputusan Raja.

Ordo Ksatria menganggap ini sebagai rasa malu, dan akan berusaha untuk meningkatkan kedisiplinan mereka. Selanjutnya, sepertinya perbedaan status sosial keluarga akan menjadi
tidak berarti di Ordo Ksatira mulai dari sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar