Sabtu, 19 Mei 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 69 Bahasa Indonesia

Arc 9 : Warisan Babilon

Chapter 69 : Pembicaraan dan Dewa Cinta

“Tolong tempatkan kami dalam posisi yang sama seperti Yumina dan Lindsey juga!”

“... Ha?”

Memulihkan kesadaranku, aku sedang mempersiapkan diri untuk janji yang telah diatur jika 
aku kalah, dan hal semacam inilah yang dikatakan padaku.

“Jadi ~ degozaru, itu-, aku, kami juga,,, ini-, Elsie-dono akan mengatakan ini!”

“Uee!? Ya, aku...! U... di-, pokoknya..... aku-, aku-, aku juga menyukai Touya!”

“Aku, juga, mempunyai perasaan yang sama ~ degozaru, e?”

Kedua wajah mereka melihat ke bawah dan menjadi merah.... Apa yang terjadi?

Baru saja mereka berpikir untuk melakukan duel secara tiba-tiba, dan sekarang pernyataan 
cinta. Selain itu, dengan dua orang pada saat yang sama. Ini seperti masa kepopuleranku telah 
datang, kau tahu.

“Ketika kau mengatakan ‘di posisi yang sama seperti Yumina dan Lindsey’ dengan 
kata lain, kalian berarti....”

“Kami juga, itu, kami ingin menjadi penganti Touya-dono..... degozaru.....”

“Akan tetapi, bagaimana, bagaimana aku harus mengatakannya, ya. Kau harus 
melakukannya! Kau-, kau-, kau telah kalah, itulah sebabnya!”

Aku mencubit pipiku. *aduh* Ini bukan mimpi. Tiba-tiba, aku telah mendapatkan empat 
pengantin. Ehm, tidak-tidak-tidak. Katakanlah sesuka kalian, tapi bukankah ini terlalu 
banyak?

Meskipun, Tokugawa memiliki lebih dari 40 selir, dan tidak kurang dari 50 anak. Jika aku 
membandingkan dengan diriku maka..... tunggu, itu adalah perbandingan yang aneh!

Poin utamanya adalah, demi meningkatkan tenaganya, minum bubuk ‘itu’ yang merupakan 
bagian dari anjing laut dan disebut “Fur Seal Shogun” atau sesuatu seperti itu. Aku tidak 

ingin disamakan dengan dia!

Di dalam kepalaku, itu tidak hanya berhenti pada satu jawaban.

“Apakah kalian berdua.... Baik-baik saja dengan itu?”

“Aku tidak terlalu keberatan. Rasa sukaku kepada Touya tidak akan berubah, dan 
ketika menyukai orang yang sama, jika semuanya bisa menjadi bahagia, hal seperti itu tidak 
akan menjadi masalah”

Kemarin, Lindsey mengatakan hal yang sama. Seperti yang diharapkan dari anak kembar; cara berpikirnya mirip.

“Aku juga menyukai Touya-dono dan yang lainnya juga sama ~ degozaru. Jika kami 
semua bisa menjadi pengantin bersama-sama, itu adalah alasan untuk mengucapkan selamat, 
kau tahu”

Aku ingin tahu, ada apa dengan mereka semua, di dunia ini, perempuan yang ingin 
memonopoli itu lemah, atau bagiamana aku harus mengatakannya, ya..... yah, apakah itu 
menjadi seperti ini karena poligami sudah menjadi hal yang biasa? Atau mereka semua telah 
berubah? Aku punya perasaan bahwa pertengkaran akan menjadi normal, tapi.... aku tidak 
berpikir mereka merasa sangat cemburu terhadap satu sama lain. Yah, mungkin ada sedikit 
kecemburuan. Berpikir tentang cemburu, Lindsey yang pertama muncul dalam pikiranku.

“De-, de-, dengan itu, jadi bagaimana....?”

“Eh?”

“Se-, seperti yang aku bilang! Maksudku apa yang kau pikirkan tentang kami?”

Aah, sekarang aku mengerti. Kejadian yang terjadi begitu banyak ini telah membuat 
kesadaranku melemah.

Aku hanya harus memberitahu mereka perasaanku dengan jujur.

“Jika harus aku katakan apakah aku suka atau tidak, maka sudah pasti aku menyukai 
kalian. Kalian berdua begitu manis dan kepribadian kalian juga tidak buruk. Tapi, jika harus 
aku katakan apakah aku mencintaimu atau tidak, aku tidak terlalu mengerti dengan baik. 

Seperti yang aku katakan sebelumnya, itu sama dengan Yumina dan Lindsey. Aku senang
atas pernyataan perasaan kalian, tapi aku ingin tahu, apakah tidak apa-apa untuk menerima 
kalian berdua juga dengan perasaan seperti ini”

“Namun kau sudah menerima mereka berdua ~ degozaru?”

“Perasaanku menyukai mereka berdua tidak bohong, dan ingin menyayangi mereka 
juga benar. Akan tetapi, mereka mengatakan itu baik-baik saja bagi mereka”

Pada akhirnya, tindakan pernikahan itu sendiri adalah tidak nyata dalam beberapa hal dan ada 
juga sesuatu tentang ketidak mampuan untuk mengungkapkan perasaanmu yang sebenarnya. 
Pada umumnya, meskipun tidak jujur, hal-hal seperti pernikahan belum dapat 
dipertimbangkan.

Memang, saudara sepupuku yang lebih tua melewatkan sebagian besar itu, karena ia memiliki 
seorang anak sebelum ia menikah, dan menjadi terjebak seperti itu.

“Jadi maksudnya, bahwa kau juga ingin kami sama dengan Yumina dan Lindsey, 
bukan? Kalau beigtu, tidak ada masalah”

“Yah, tapi apa yang akan Yumina dan yang lainnya katakan.....”

“Itu akan baik-baik saja ~ degozaru. Karena sejak awal. Yumina-dono yang telah 
mengajak kami untuk menjadi pengantin juga ~ degozaru”

Apa kau bilang?

“Ketika kau telah mendapatkan rumah dari Raja, Yumina dengan terus terang 
bertanya kepada kami, kau tahu. Apakah kami menyukai Touya, katanya. Jika memang 
begitu, katanya kami semua hanya harus menjadi pengantinmu. Namun, kami tidak berpikir 
bahwa itu akan sampai seperti ini. Aku juga pikir bahwa itu mungkin bagus. Dan kemudian 
kemarin, dengan mengamuknya Lindsey, menjadi jelas, kau tahu. Bahwa aku juga ingin 
bersama Touya”

Dengan matanya yang terus-terang, Elsie menatapku. Tidak ada keraguan dalam matanya. 
Namun, wajahnya agak memerah.

“Dengan Touya-dono yang menjadi pusatnya, aku berpikir apakah kita semua bisa 
bersama sebagai keluarga ~ degozaru. Terus terang saja, aku sendiri belum terbiasa dengan 

kemurahan hati Yumina-dono ~ degozaru. Tapi, aku ingin menikah dengan Touya-dono”

Karena Yumina berbicara tentang hal-hal seperti memiliki bahkan sepuluh atau dua puluh 
selir.... Apakah itu keterbukaan-pemikirannya(?) Terima kasih kepada istri yang sah ini 
(menyatakannya sendiri), aku ingin tahu.

“Jadi, Ba-, Bagaimana menurutmu?”

“... Pertama-tama, aku mengerti dengan baik perasaan kalian. Aku menyukai kau juga 
Elsie, dengan keceriaanmu yang penuh semangat, agak keras kepala tapi aku pikir itu manis. 
Yae, dengan kekesatrianmu yang sungguh-sungguh, seorang gadis yang perhatian pada 
keluarganya. Seorang gadis yang ramah dan menyukai anak-anak. Aku pikir bahwa kalian 
berdua akan menjadi istri yang baik”

“De, dengan kata lain”

Untuk menghentikan Elsie yang akan terus berbicara, aku menggenggam keluar telapak 
tanganku.

“Namun, aku harap kalian memberiku sedikit waktu. Karena aku ingin memberikan 
jawaban nanti malam. Aku ingin sedikit memikirkannya lagi”

“... Aku mengerti”

“... Aku mengerti ~ degozaru”

Aku pergi ke kamarku ketika kami kembali ke rumah, dan Elsie dan Yae pergi untuk 
berbicara dengan Yumina dan yang lainnya.

Duduk di tempat tidur, aku menarik napas yang panjang dan menjatuhkan punggungku.
Apa yang harus dilakukan. Tidak, itu adalah apa yang harus aku lakukan dan bagaimana aku 
harus menjawabnya. Karena aku telah menerima Lindsey, maka mustahil untuk tidak 
menerima mereka berdua.

Aku pikir, aku suka dengan mereka berempat, dan mereka semua itu penting bagiku. Aku 
tidak ingin membuat mereka sedih, aku tidak bisa melakukan itu. Oleh karena itu, apakah aku 
benar-benar baik-baik saja dengan ini? Semua pemikiran muncul pada pikiranku. Pada 
akhirnya, aku takut bahwa aku tidak dapat membuat mereka bahagia.


“Hmmm.... Haruskah aku mencoba untuk curhat dengan seseorang?”

Lime-san.... adalah sekutu Yumina, aku pikir. Lapis-san dan Cecil-san.... Claire-san juga, 
dan itu akan menjadi agak sulit untuk curhat kepada seorang wanita. Rene di luar pertanyaan. 
Julio-san.... terasa kurang bisa diandalakan, bukankah dia......

.... Seperti yang aku pikir, sepertinya memang harus kepada orang itu.

Sebelum aku memutuskan ini, aku selalu ingin mencoba ini sekali. Ini akan menjadi 
kesempatan yang bagus untuk mencobanya. Namun ketika berbicara, itu akan terasa lebih 
baik untuk melakukannya secara tatap muka.

Menjadi tamu, aku turun ke dapur dan menyiapkan beberapa makanan manis sebagai hadiah. 
Menyiapkan berbagai macam, aku membawanya di bawah lenganku.

[Gate]

Melewati cahaya gerbang yang telah aku buat, apa yang ada di dalam pandangan adalah 
ruangan kecil sekitar 4 setengah tatami dengan meja makan rendah yang terlihat tua, dan 
karena tidak ada dinding, cahaya menyebar menjadi sebuah lautan awan. Betapa  merindukannya ini.

Duduk di meja adalah seorang orang tua, yang sedang memegang senbei di mulutnya.

“Oh, ooh, bukankah itu kau. Tolong beritahu aku jika kau berencana untuk datang. 
Atau mungkin harus aku katakan bahwa aku tidak berpikir bahwa kau akan datang”

“Lama tidak bertemu, Kami-sama”

Jika itu adalah tempat yang pernah aku kunjungi sekali, aku pikir bahwa aku mungkin bisa 
datang ke sini juga, tapi memang aku tidak berpikir bahwa aku akan benar-benar bisa datang 
ke sini.

“Itu karena di tempat ini sihir begitu berlimpah. yang mungkin menjadi alasannya. 
Sihir di duniamu yang sebelumnya, itu tipis, sehingga kau tidak akan bisa pergi ke sana”

“Ah, ini ada hadiah. Ini sesuatu seperti kue”

“Ya, maaf merepotkan. Kalau begitu, aku akan membawakan teh”

Aku sedang menuangkan teh panas yang mendidih ke dalam cangkir teh dari teko yang kecil. 

Dan kemudian tangkai tehnya berdiri. Apakah itu juga adalah kekuatan Dewa, aku ingin tahu.

Aku secara perlahan meminum teh panas itu. lezat. Sudah lama sejak aku meminum teh hijau.

“Jadi, ada masalah apa?”

“Aah, aku membutuhkan sedikit saran....”

“Fumu? Yah, bicarakanlah”

Aku berbicara kepada Kami-sama tentang kejadian itu. Apa yang harus aku lakukan, atau 
bagaimana aku harus berurusan dengan para gadis mulai dari sekarang, kami bertukar kata-kata secara detail.

“Fu ~ mu itu tidak baik jika kau berpikir tentang hal itu terlalu dalam. Karena aku 
pikir bahwa itu akan baik-baik saja bagimu untuk jujur terhadap dirimu sendiri karena 
mereka bilang bahwa mereka menyukaimu”

“Yah, aku memang senang, tapi ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan”

Mempunyai Dewa sebagai teman curhat, aku entah bagaimana seperti sedang bertobat. 
Namun tidak seperti aku telah melakukan kejahatan.

“Baiklah, kalau begitu. Haruskah kita mencoba bertanya kepada ahlinya”

“Eh?”

Kami-sama mengulurkan tangannya untuk mengambil telepon hitam yang ditempatkan di 
dekatnya dan setelah memutar dial-nya, dia memanggil ke suatu tempat.

Beberapa waktu kemudian, dari lautan awan, seorang wanita naik ke permukaan. Usianya 
sekitar 20 tahun, dengan rambut berwarna merah muda dan memakai sutra yang halus di atas 
pakaian putihnya, dia datang kepada kami seperti melayang di udara. Pada bagian badan dan 

kepalanya, gelang emas bergemerincing. Ah, dia bertelanjang kaki.

“Maaf telah membuatmu menunggu”

Menyapa dengan lembut, ia dengan lemah-lembut duduk di depan meja yang rendah.

“Errr, dia?”

“Dia adalah Dewa Cinta, kau tahu. Dia akan menjadi orang yang paling tepat untuk 
menjadi teman curhatmu, bukankah begitu?”

Dewa Cinta? Orang ini!?

“Senang bertemu denganmu. Aku telah tertarik kepadamu sejak lama, dan terkadang 
aku juga mengintip kehidupanmu, kau tahu”

Sekarang kau mengatakannya, aku mendengar sesuatu seperti itu lewat telepon dari Kami-
sama pada waktu dengan Yumina. Bahwa Dewa Cinta tetarik kepadaku. Jadi orang ini. 
Bukan berarti itu telah diputuskan bahwa aku akan berkonsultasi kepadanya. Tentu saja, 
hanya Dewa yang tahu......

“Dewa Cinta adalah Dewa asmara, kau tahu?”

“Begitukah. Tapi, aku tidak melakukan sesuatu seperti memanipulasi perasaan orang, 
kau tahu? Aku melakukan sesuatu seperti menggerakan suasana sedikit, membuat upaya pada 
pengaturan konvensional demi sebuah nafsu”

“Pengaturan?”

Ah, pengaturan kasih sayang. Itu klise, tapi dengan mengatakan sesuatu seperti “Aku 
terlambat, aku terlambat ~!” ketika seorang gadis berjalan sambil memegang roti di mulutnya, 
di sudut jalan ia bertabrakan dengan orang yang sedang melamun, sesuatu seperti itu.

“Sesuatu seperti itu, kau tahu. Hal-hal seperti orang itu mengatakan “Ketika 
pertempuran ini berakhir, aku akan menikah denganmu....” tapi tidak mampu untuk menikah, 
kau tahu”

“Mungkin karena kau!”

Itu bukan dia tidak mampu untuk menikah, dia meninggal, bukankah begitu!? Aku pikir, 
namun itu bukan sebuah bendera cinta tapi bendera kematian!


“Jadi, ada apa?”

Apa boleh buat, sepertinya akan lebih baik untuk curhat kepadanya. Pertama-tama (dan maaf 
untuk ketidaksopananku), mengingat dia adalah Dewa Cinta, aku mungkin bisa menerima 
beberapa saran.

“Hmmm, itu telah menjadi yang paling menarik, tidakkah kau pikir begitu”

Dewa Cinta, yang mendengarkan ceritaku, terus tersenyum dan memakan kue yang ada di 
atas meja. Itu perilaku yang buruk, Dewa Cinta.

“Namun, aku tidak mengerti apa masalahnya. Jika itu memang saling cinta bukankah 
tidak apa-apa?”

“Tapi, empat orang pada saat yang sama.....”

“Pertama-tama, kau membuat kesalahan. Kau harus membuang pengetahuan umum 
pada duniamu yang sebelumnya, kau tahu. Menyukai hanya satu orang dari empat orang, dan 
berbelas kasih kepada tiga orang, akan menjadi cerita yang kejam dengan ketidaktulusan 
tersebut. Tapi, menyukai semuanya dan serius ingin membuat mereka semua bahagia, 
bukankah itu cinta yang sebenarnya”

Cinta. Apakah aku benar-benar merasa begitu?

“Aku ingin tahu mengapa semuanya mulai mencintai seseorang sepertiku....”

“Kalau itu aku tidak tahu. Jika ada orang yang langsung jatuh cinta pada pandangan 
pertama, kemudian ada orang-orang yang tidak menyadari perasaanya kepada orang yang 
berada di sekitarnya. Setiap orang itu berbeda, sangat beragam, dalam berbagai kehidupan.”

Aku masih kurang mengerti. Yah, itu tidak seperti cinta memiliki bentuk keputusan.

“Mungkin, kau hanya tidak memiliki kepercayaan diri. Perasaanmu itu yang ingin 
hidup bersama dengan mereka semua, mungkin itu kegelisahan. Namun bukan kau untuk 
memutuskan itu, bukan juga gadis-gadis itu?”

Bodoh..... Mungkin karena dia mengatakan begitu. Memaksa gambaran ideal yang 
mementingkan diriku sendiri, kekuarangan pada diriku sendiri, itu hanya aku dan rasa rendah 
diriku.

“Itu akan baik-baik saja untuk mengikuti perasaanmu sendiri. Kau bebas untuk 

memberikan jawabanmu sendiri, tapi juga penting untuk mempertimbangkan perasaan
pasanganmu. Jika tidak, itu akan terasa kasar untuk gadis-gadis yang telah menyatakan 
perasaannya?”

“Begitukah...... Aku rasa aku ini egois.....”

“Wajar saja. Itu bukan cinta jika hanya tentang kebahagian satu pihak. Tidak ada 
artinya jika kau juga tidak bahagia”

.... Ya, kelihatannya memang seperti itu. Itu adalah sesuatu yang tidak dapat diserahkan 
kepadaku juga. Mulai dari sini, kita harus berdamai dan membicarakan ini bersama-sama. 
Kita kemungkinan besar akan hidup bersama-sama,.

“Apakah kau sudah mendapatkan jawabannya?”

Dewa Cinta bertanya seolah-oleh bisa membaca pikiranku.

“Aku tidak yakin. Tapi, aku pikir aku bisa melihat poin utamanya”

“Begitukah. Kalau begitu berjuanglah”

“Itu bagus bahwa pengaturanku tidak menjadi sia-sia”

..... N? Kata-kata itu entah bagiamana menyusahkan. Dia mengatatakan pengaturan, 
bukankah ini bendera cinta yang disebutkan sebelumnya?

“Apa maksudmu dengan mengatakan ‘Pengaturanku’?”

“Sebelumnya, aku membuat kejadian ‘Tidak sengaja mengintip di kamar mandi saat 
mengganti pakaian!’ kau tahu. Kau boleh berterima kasih kepadaku”

Sepertinya Dewa Cinta memilih perkembangan yang klise.

Setelah malam tiba, aku berkumpul dengan mereka berempat di ruang tamu. Aku menyuruh 
Lime-san dan Lapis-san untuk meninggalkan ruangan. Itu hanya aku dan empat orang yang 
sudah menyatakan perasaannya.

Keempatnya duduk berbaris di sofa, menunggu kata-kataku.

Masing-masing dari mereka adalah gadis yang cantik, yang terlalu bagus untukku. Oleh 
karena itu, aku tidak ingin berbohong kepada mereka dan memberitahu mereka bagaimana 

perasaanku yang sebenarnya.

“Yah, pertama-tama...... Aku tidak akan menikah.”

“”””Eeh....................................!?!?””””

Di hadapan mataku, keempat orang secara bersamaan berdiri, dan suara terkejut mereka 

bergema di ruang tamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar